Minggu, 19 Oktober 2014

KIMIA LARUTAN bag 2

Konsentrasi Kelarutan


B. Konsentrasi Larutan
Konsentrasi brkaitan dengan kepekatan, yaitu jumlah relatif antara pelarut dan terlarut .Larutan yang mengandung banyak zat terlarut disebut pekat .sedangkat yang mengandung sedikit zat terlarut disebut encer.

1. Persen Massa (Kadar)
Dalam kehidupan sehari-hari, kepekatan larutan lazim dinyatakan iengan persen massa terlarut. Persen massa menyatakan massa terlarut alam 100 gram larutan.
2. Persen Volume
Untuk larutan zat terlarutnya berupa cairan, kepekatannya dapat dinyatakan dengan persen volume. Persen volume menyatakan jumlah ml terlarut dalam 100 ml larutan.

3. Bagian per Juta (bpj)
Untuk larutan-larutan yang sangat encer, kepekatannya dapat dinyatakan dalam bagian per juta (dalam bahasa Inggris ppm = parts
per million).



4. Kemolaran
Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter liter (Ingat: tiap liter larutan, bukan pelarut). Kemolaran dinyatakan dengan lambang M dan satunnya adalah mol mol L-1

5. Pengeceran
Ketika melakukan percobaan di laboratorium kita seringkali perlu mengencerkan larutan, yaitu memperkecil konsentrasinya dengan jalan mencampurnya dengan sejumlah tertentu pelarut. Pengenceran menyebabkan volume dan kemolaran larutan berubah, tetapi jumlah mol zat terlarut tidaklah berubah.

Karena pengenceran tidak mengubah jumlah mol zat terlarut maka berlaku
n1 = n2
atau
V1 x M1 = V2 x M2
6. Membuat Larutan dengan Kemolaran Tertentu
Zat Kimia umumnya diperdagangkan dalam bentuk padatan (kristal) larutan pekat, jarang sekali dalam bentuk larutan siap pakai. sementara itu, percobaan-percobaan di laboratorium seringkali menggunakan larutan encer. Pada bagian ini akan dibahas cara membuat larutan dan zat padat atau dan larutan pekat. Dengan begitu Anda dapat membuatnya secara benar dan aman.
a. Pelarutan zatpadat
Membuat larutan dan padatan mumi dilakukan dengan mencampurkan zat terlarut dan pelarut dalam jumlah tertentu. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah contoh berikut.
Contoh: Membuat 500 ml larutan NaOH 1 M dan kristal NaOH murni.
Prosedurnya melalui beberapa tahap sebagai berikut.
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, yaitu neraca, botol timbang, labu ukur 500 ml, sendok stainless steel, kristal NaOH, dan akuades.
2. Menghitung jumlah NaOH yang diperlukan.
Mol NaOH = 500 ml x 1 mmol mL-1
= 500 mmol (= 0,5 mol)
massa NaOH = 0,5 mol x 40 g mol-1
=20 g
3. Menimbang 20 gram kristal NaOH.
4. Melarutkan NaOH itu dengan kira-kira 300 ml akuades dalam labu ukur 500 ml. Setelah kristal NaOH itu larut seluruhnya, ditambahkan lagi akuades hingga volume larutan tepat 500 ml.
b. Pengenceran Larutan Pekat
Di antara zat yang tersedia dalam bentuk larutan pekat adalah
berbagai jenis asam dan amonia. Misalnya, asam sulfat biasanya diperdagangkan berupa larutan dengan kadar 98% dan massa jenis 1.8 kg L-1

Kemolaran larutan pekat dapat ditentukan jika kadar dan massa
jenisnya diketahui, yaitu dengan menggunakan rumus :

Keterangan :
= kemolaran
 = massa jenis
kadar = % massa
  = massa molar

7. Kemolalan (m)
Kemolalan menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam 1 kg pelarut (pelarut, bukan larutan). Kemolalan dinyatakan dengan lambang m
dan satuannya adalah mol kg-
Keterangan :
m = kemolalan larutan
n = jumlah mol zat terlarut
p = massa pelarut (dalam kg)

Jika massa larutan dinyatakan dalam gram. maka rumus
kemolalan di atas akan menjadi.
p = massa pelarut (dalam gram)
8. Fraksi Mol (X) Fraksi mol (X) menyatakan perbandingan jumlah mol zat terlarut atau pelarut terhadap jumlah mol larutan. Jika jumlah mol zat pelarut adalah npel’ dan jumlah mol zat terlarut adalah nter’ maka fraksi mol pelarut dan zat terlarut adalah:
           





sumber:http://kimialarutan.blogspot.com

KIMIA LARUTAN bag 1

A. KELARUTAN


Dari pengalaman sehari-hari kita dapat mengamati bahwa daya larut berbagai jenis zat berbeda-beda, ada yang mudah larut tetapi banyak pula yang sukar larut. Sebagai patokan kasar, zat yang kelarutannya lebih besar dari 0,02 mol/L, dianggap larut sedangkan yang lebih kecil dari itu dianggap sukar larut. Pada subbab ini akan dibahas pengetian kelarutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta faktor yang mempengaruhi pross pelarutan
.

1. Pengertian Kelarutan






Bayangkan jika kita menambahkan satu sendok teh kristal garam meja kedalam segelas air, kemudian diaduk. Kristal itu larut bukan? Apa yang terjadi jika garam ditambah dan ditambah lagi? apakah selalu dapat larut? tentu tidak, pada suatu saat larutan menjadi jenuh garam tidak dapat larut lebih banyak lagi. Istilah kelarutan (solubility) digunakan untuk menyatakan jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Untuk lebih memahami arti larutan jenuh dan tidak jenuh, lakukan kegiatan berikut ini.


KEGIATAN

Tujuan: Melakukan diskusi kelompok dan merancang percobaan

Rancanglah suatu percobaan untuk menentukan kelarutan garam dapur (NaCl) dalam air. Diskusikan hasil rancanganmu dalam kelas.


2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELARUTAN

Faktor apa sajakah yang menentukan kelarutan? simaklah bahasan berikut ini.

a. Jenis pelarut dan terlarut



Kita semua mengetahui bahwa gula dan garam larut dalam air tetapi minyak tanah dan lemak sukar larut. Perbedaan tersebut berkaitan dengan kepolaran zat-zat tersebut. Pada umumnya, zat ionik atau polr cenderung larut dalam pelarut polar, sedangkan zat yang kurang polar atau non polar cenderung larut dalam pelarut yang kurang polar atau nonpolar. Orang menyimpulkannya dengan mengatakan bahwa yang sejenis melarutkan yang sejenisnya (Like dissolves like). Air adalah pelarut yang polar, maka kedua zat itu larut dalam air. Sementara, minyak tanah dan lemak adalah zat yang non polar, sehingga sukar larut dalam air.

b. Gaya antar partikel




Di atas telah dikatakan bahwa zat ionik atau polar cenderung larut dalam pelarut polar. Namun tidak berarti bahwa semua zat ionik atau polar lalu mudah larut dalam pelarut polar. Hal lain yang menentukan kelarutan adalah interaksi antar partikel dalam zat terlarut. Apabila interaksi antara partikel dalam zat terlarut (kohesi) lebih kuat dibandingkan dengan kemampuan pelarut untuk melarutkanya, maka zat itu tetap sukar larut. Contohnya alah batu kapur (CaCO3). Batu kapur adalah senyawa ion, terdiri dari ion Ca2+ dan ion CO3-, tetapi sukar larut dalam air. Hal itu terjadi karena ion-ion dalam d\batu kapur bertarikan dengan sangat kuat, sehingga air tidak mampu melarutkannya.


c. Pengaruh suhu



Pada umumnya kerarutan bertambah dengan naiknya suhu. Namun demikian, ada beberapa zat yang kelarutannya tidak begitu bergantung pada suhu, bahkan ada juga yang kelarutannya justru berkurang jika suhu dinaikkan. Pengaruh suhu pada kelarutan garam diberikan pada gambar di atas.



3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Proses Pelarutan

Proses pelarutan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain suhu, ukuran butiran zat padat dan pengadukan. Pengaruh dari berbagai faktor tersebut adalah sebagai berikut:
- Semakin tinggi suhu, semakin cepat proses pelarutan
- Semakin kecil ukuran butiran zat terlarut, semakin cepat proses pelarutan
- Pengadukan akan mempercepat proses pelarutan
sumber :kimialarutan.blogspot.com